PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan resmi memulai agenda Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Klasikal Tahap I Tahun ...
PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan resmi memulai agenda Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Klasikal Tahap I Tahun 2026. Kegiatan yang bertujuan memperkuat fondasi aparatur negara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo (Mas Adi), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (20/04/2026).
Kepala BKPSDM Kota Pasuruan, Supriyanto, menjelaskan bahwa orientasi ini merupakan implementasi dari UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan regulasi pendukung dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Fokus utama kegiatan adalah membekali para pegawai dengan pemahaman mendalam mengenai hak, kewajiban, serta internalisasi nilai-nilai dasar organisasi.
"Kami ingin para peserta lebih cepat beradaptasi dengan ritme kerja pemerintah melalui penguatan wawasan organisasi dan nilai BerAKHLAK," ungkap Supriyanto.
Sebanyak 276 peserta mengikuti orientasi yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, hingga 23 April mendatang. Komposisi peserta terdiri dari formasi tahun 2022 dan 2023, yang mencakup tenaga kesehatan serta tenaga teknis dari berbagai instansi.
Dalam arahannya, Wali Kota Mas Adi mengingatkan bahwa status sebagai ASN membawa tanggung jawab besar. Ia menegaskan bahwa kinerja nyata adalah variabel utama dalam evaluasi kontrak kerja. Di hadapan ratusan peserta, ia meminta para pegawai untuk terus mengasah kompetensi agar mampu menjawab ekspektasi publik yang kian tinggi.
"Pengembangan diri adalah kewajiban. Di era digital ini, ASN dituntut untuk inovatif, transparan, dan adaptif terhadap perubahan teknologi," tegas Mas Adi.
Poin krusial yang ditekankan Wali Kota adalah menjaga integritas. Mas Adi mewanti-wanti seluruh aparatur agar menjauhkan diri dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Menurutnya, di tengah keterbukaan informasi saat ini, masyarakat memantau setiap tindakan pegawai secara langsung.
"Integritas adalah kunci. Harus ada konsistensi antara ucapan dan tindakan dalam memberikan pelayanan publik. Saat ini tidak ada ruang untuk menutup-nutupi kesalahan karena publik mengawasi kita secara terbuka," imbuhnya.
Menutup sambutannya, Mas Adi mendorong para ASN untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Baginya, investasi pada kualitas SDM adalah modal utama bagi kemajuan Kota Pasuruan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian bagi daerah. (Red)

