PASURUAN – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, secara resmi meluncurkan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam yang kini tersedia di...
PASURUAN – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, secara resmi meluncurkan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam yang kini tersedia di seluruh puskesmas se-Kabupaten Pasuruan. Peresmian yang menandai babak baru layanan kesehatan daerah ini berlangsung di Puskesmas Pohjentrek, Sabtu (7/2/2026) sore.
Dalam momentum tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi didampingi oleh Wakil Bupati Shobih Asrori, jajaran pimpinan DPRD, perwakilan PCNU, serta pejabat teras Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
"Dengan rida Allah SWT, saya resmikan UGD 24 jam di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan," ujar Mas Rusdi disambut antusiasme para undangan.
Dalam sambutannya, Mas Rusdi menegaskan bahwa ketersediaan UGD 24 jam di 33 puskesmas merupakan bukti nyata kemajuan infrastruktur kesehatan di Pasuruan. Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis darurat di luar jam kerja reguler.
"Sebagai contoh, jika terjadi kecelakaan yang butuh penanganan cepat di wilayah Pohjentrek, pasien kini bisa langsung ditangani tanpa harus menunggu. Inilah layanan yang telah lama dinanti-nantikan oleh masyarakat kita," ungkapnya.
Mas Rusdi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas pendukung agar perluasan cakupan layanan ini diiringi dengan kepuasan publik. Mas Rusdi meminta seluruh puskesmas melakukan sosialisasi secara masif, baik melalui papan informasi yang besar maupun media sosial, agar pesan ini sampai ke lapisan masyarakat terbawah.
"Jangan lupa pasang papan informasi yang jelas, manfaatkan media sosial, dan sampaikan di setiap kegiatan Posyandu agar warga tahu bahwa layanan darurat kini siaga setiap saat," imbuhnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr. Arma Roosalina, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari 33 program prioritas pembangunan di bawah arahan langsung Bupati. Untuk mendukung operasional 24 jam, pihak dinas telah melakukan persiapan matang sejak awal tahun 2025, termasuk rehabilitasi ruang IGD dan pengadaan alat kedokteran yang mumpuni.
Terkait pemenuhan tenaga medis, dr. Arma mengungkapkan telah melakukan rekrutmen perawat dan bidan melalui mekanisme anggaran BLUD Puskesmas. Menariknya, kebutuhan tenaga pendukung seperti pengemudi ambulans, petugas keamanan, dan kebersihan juga dibantu oleh personil dari OPD lain.
"Sesuai arahan Bapak Bupati, pelayanan harus on-side atau siaga di tempat selama 24 jam penuh. Kami telah melalui tahap uji coba sejak awal tahun untuk memastikan seluruh tim siap melayani pasien kapan pun dibutuhkan," pungkas dr. Arma.
Acara peluncuran ini ditutup dengan peninjauan fasilitas UGD 24 jam di Puskesmas Pohjentrek oleh Bupati beserta rombongan, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda buka puasa bersama. (Red)
