PASURUAN – SMP Sains Rouna Islamic Boarding School, sebuah lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Roudhotun Nafi’i...
PASURUAN – SMP Sains Rouna Islamic Boarding School, sebuah lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Roudhotun Nafi’iyyah, mengembangkan metode unik dalam membentuk karakter peserta didiknya. Terletak di Jl. Tempel, Desa Legok, Kecamatan Gempol, sekolah ini membuktikan bahwa hal-hal kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan siswa.
Salah satu pembiasaan yang menjadi ciri khas di sekolah ini adalah kewajiban siswa untuk menata sandal mereka sendiri dengan rapi di tempat yang disediakan, atau menatanya dengan posisi mundur agar siap digunakan kembali. Kegiatan sederhana ini dirancang untuk menanamkan nilai tanggung jawab, kerapian, kedisiplinan, serta rasa menghargai terhadap kebersihan lingkungan.
"Menata sandal adalah hal kecil, namun memiliki dampak besar dalam membentuk karakter anak-anak kita," ujar Moch. Ainul Yakin Maulana, S.Pd., salah satu pengajar di SMP Sains Rouna.
Menurutnya, pembiasaan ini membantu siswa menjadi pribadi yang lebih disiplin dalam menghadapi tantangan di era perkembangan zaman.
Konsep ini selaras dengan prinsip "Karakter Pertama" yang diterapkan sekolah dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Selain menata sandal, pembentukan karakter juga dilakukan melalui berbagai program pendukung lainnya, seperti Kegiatan Gotong Royong, Siswa bekerja sama membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan Sosial, Memupuk empati dengan saling membantu antar-teman di lingkungan pesantren. Program Mentoring, Pendampingan langsung oleh guru yang menetap di pesantren selama 24 jam untuk mengembangkan aspek moral dan spiritual siswa. Kegiatan Keagamaan, Pemahaman dan pengamalan ajaran agama dalam keseharian.
Kepala Sekolah SMP Sains Rouna, Intan Putri Nazila, S.Si., M.E., menegaskan komitmen lembaga untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.
Untuk mencapai visi tersebut, pihak sekolah juga menjalin kerja sama erat dengan orang tua siswa. Saat masa liburan atau kepulangan ke rumah, orang tua diminta untuk memantau dan melaporkan setidaknya tiga perilaku baik (Care) yang dilakukan anak setiap harinya kepada guru melalui media sosial. Sinergi antara sekolah, pesantren, dan orang tua ini diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang memiliki karakter kuat di masa depan. (Tim/Red)
