PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menunjukkan komitmennya dalam mengawal suara rakyat dengan menggelar Reses I...
PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menunjukkan komitmennya dalam mengawal suara rakyat dengan menggelar Reses I Tahun 2026 secara maraton. Bertempat di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, kegiatan jaring aspirasi ini dilaksanakan serentak dalam tiga sesi sepanjang hari Sabtu (15/3/2026).
Forum terbuka ini dihadiri oleh puluhan warga dari Kecamatan Panggungrejo, Bugul Kidul, Gadingrejo, dan Purworejo yang antusias menyampaikan berbagai persoalan mendesak di lingkungan mereka.
Kegiatan dibagi menjadi tiga bagian untuk memastikan kedalaman dialog. Sesi pertama dipimpin oleh H. Muhammad Gatot Adidoyo, S.A.B, disusul sesi kedua oleh Mahfud Husairi, ST, dan ditutup pada malam hari oleh Andri Setyani. Turut hadir jajaran pengurus partai mulai dari tingkat DPC hingga ranting, serta para senior partai yang ikut memantau jalannya diskusi.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, warga menyampaikan beragam keluhan, mulai dari minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) seperti di Kelurahan Gentong, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga persoalan BPJS Kesehatan yang dibekukan secara sepihak.
Mahfud Husairi, ST, yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, menegaskan bahwa reses ini bukan sekadar formalitas legislatif.
"Reses adalah ruang bagi rakyat. Kami tidak ingin aspirasi ini hanya berhenti di atas kertas perencanaan. Melalui instrumen pokok pikiran (pokir) anggota dewan, kami akan perjuangkan agar usulan warga—terutama yang belum terealisasi di Musrenbang—bisa segera diwujudkan," tegas Mahfud.
Selain infrastruktur, isu pengangguran menjadi perhatian serius. Mahfud mendorong Pemerintah Kota Pasuruan untuk lebih agresif dalam menciptakan lapangan kerja guna mendongkrak kesejahteraan ekonomi warga.
Senada dengan itu, H. Muhammad Gatot Adidoyo dan Andri Setyani berkomitmen membawa seluruh catatan reses ini ke dalam pembahasan kebijakan di DPRD. "Aspirasi masyarakat adalah dasar pembangunan. Tugas kami adalah memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan," kata Gatot.
Senior partai, Subiyanto, bersama Ketua PAC Gadingrejo, Basuki, menilai antusiasme warga membuktikan bahwa PDI Perjuangan tetap menjadi sandaran harapan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan posisinya sebagai jembatan yang menghubungkan jeritan rakyat dengan kebijakan di parlemen demi pembangunan Kota Pasuruan yang lebih inklusif dan berpihak pada rakyat. (Red)
